Pilkada Depok, Rieke “Oneng” Duduki Puncak Survei

Home  >>  berita  >>  Pilkada Depok, Rieke “Oneng” Duduki Puncak Survei

Pilkada Depok, Rieke “Oneng” Duduki Puncak Survei

On March 4, 2016, Posted by , In berita, With No Comments

pilkada-depok-rieke-oneng-duduki-puncak-survei-PLEWJWpcgV

Depok – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015, bursa nama bakal calon wali kota Depok semakin memanas. Sejumlah nama tokoh nasional dan lokal bermunculan.

Dalam survei yang dilakukan lembaga survei Independen Indonesia Strategic Institute (Instrat) terhadap persepsi publik Kota Depok, menyebutkan terdapat sejumlah nama yang berada di papan atas sebagai bakal calon kepala daerah yang patut diperhitungkan.

Berdasarkan pertanyaan top of mind, setidaknya ada empat bakal calon yang diprediksi memiliki kekuatan cukup berimbang. Di antaranya, Rieke Diah Pitaloka, Babai Suhaemi, Idris Abdul Shomad, dan Imam Budi Hartono. Sementara, angka golput diprediksi sama dengan pemilihan wali kota (Pilwalkot) 2010 yakni 45,7 persen.

“Ketiganya tokoh muda yang demikian punya kans yang kompetitif untuk bisa memenuhi karakteristik harapan dari publik akan sosok wali kota. Namun, tetap mempertimbangkan Rieke sebagai tokoh nasional dan pernah bertarung di Pilkada Jawa Barat yang levelnya lebih tinggi, kemudian Rieke urung dicalonkan, maka akan ada perubahan pilihan,” ujarnya.

Kemudian, sebaran elektabilitas pada masing-masing calon, Rieke Diah Pitaloka, Babai Suhaemi, dan Imam Budi Hartono, relatif setara dengan persentase komposisi jumlah anggota dewan masing-masing partai. Ini merefleksikan suara pemilih masih cenderung berada pada konsentrasi kantung suara masing-masing partai.

“Masyarakat yang belum tahu atau tak tahu Pilkada 57 persen, Rieke Diah Pitaloka 10 persen, Babai Suhaemi 8,6 persen, Idris Abdul Shomad 6,8 persen, Imam Budi Hartono 7,8 persen, lainnya masing-masing hanya kisaran satu persen,” kata peneliti Instrat, Adi Nugroho, Minggu (24/5/2015).

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 4 ratus warga berusia minimum 17 tahun dan memiliki identitas sebagai warga Kota Depok. Sampel responden tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan dengan margin error kurang lebih empat persen.

“Kami lakukan survei untuk dapat gambaran kepala daerah yang diharapkan masyarakat dan mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas tokoh yang mungkin akan dicalonkan atau mencalonkan pada Pilkada Kota Depok,” pungkasnya.

Sumber  news.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *