Press Release: Masa Depan Panggung Kepemimpinan Jawa Barat

Home  >>  rilis  >>  Press Release: Masa Depan Panggung Kepemimpinan Jawa Barat

Press Release: Masa Depan Panggung Kepemimpinan Jawa Barat

On January 16, 2017, Posted by , In rilis, With No Comments

Instrat-logo-final (1) (1)Bandung –¬†Indonesia Strategic Institute (INSTRAT), sebuah lembaga pengkajian pada isu-isu strategis, politik dan sosial humaniora yang berbasis di Kota Bandung Jawa Barat, telah melakukan serangkaian survey untuk memotret seputaran persepsi publik terhadap kepemimpinan Jawa Barat saat ini dan harapan publik terhadap kepemimpinan Jawa Barat untuk masa mendatang.

Survei dilakukan pada tanggal 24-28 November 2016, menyasar sebanyak 1600 responden warga Jawa Barat yang minimal telah berusia 17 tahun atau sudah menikah. Survei dilakukan melalui teknik wawancara face-to-face berbasis kuesioner terstruktur yang dipegang pewawancara, pengacakan responden menggunakan teknik multistage random sampling, pengambilan sampel dibuat proporsional hingga tingkat kota/kabupaten, dan total desa/kelurahan yang disurvei sebanyak 253 buah tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Adapun margin of error pada survei ini sebesar 2.49%. Pembiayaan survei ini dilakukan dengan mengalokasikan anggaran internal INSTRAT.

Tantangan Jawa Barat
Persepsi publik terhadap isu kesejahteraan menempati posisi teratas pada persepsi masalah umum bagi mereka (44,8%), diikuti dengan isu lapangan pekerjaan (22,1%), dan harga kebutuhan pokok (10%). Hasil-hasil tersebut sejalan dengan persepsi publik tentang keseriusan dari pemerintah dalam hal kesejahteraan (64,6%), harga kebutuhan pokok (63%), dan lapangan pekerjaan (54,3%) yang dianggap publik masih Belum Serius. Ini menyebabkan adanya ketidakpuasan yang memusat pada tiga bidang tersebut, dimana publik Jawa Barat merasa tidak puas dalam hal kesejahteraan (64,3%), harga kebutuhan pokok (61,3%), dan lapangan kerja (56,6%).

Perhatian publik dalam isu kesejahteraan juga tercermin dalam persepsi publik terhadap kondisi perekonomian. Sebanyak 61,13% setuju bahwa terjadi penurunan kondisi ekonomi sedangkan sisanya sangat setuju (14,25%), tidak setuju (19,56%) dan sangat tidak setuju (1,25%). Publik juga mengatakan setuju (58,94%) dan sangat setuju (21,88%) ketimpangan ekonomi mengalami peningkatan, sedangkan sisanya tidak setuju hanya 14,19% dan sangat tidak setuju 1,31%.

Adapun tingkat kepuasan publik dengan pendapatan saat ini berimbang antara mereka yang puas (43,44%) dan tidak puas (44,75%), sedangkan yang sangat tidak puas 2,44% dan sangat puas 6,38%. Sementara itu, mayoritas publik puas (52,81%) dengan status pekerjaan saat ini, dibandingkan dengan yang tidak puas (33,44%), sangat puas (7,50%), sangat tidak puas (1,81%). Mayoritas publik juga merasa optimis ketika membahas kondisi ekonomi di masa mendatang. Sebanyak 64,19% setuju bahwa ekonomi di masa mendatang membaik, sedangkan sisanya sangat setuju (14,50%), tidak setuju (14,19%), sangat tidak setuju (1,44%)

Kinerja Pemimpin Jawa Barat Saat Ini
Secara umum, publik Jawa Barat menilai Puas (47%) terhadap kepemimpinan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, sedangkan yang merasa tidak puas hanya sebesar 28%, dan yang tidak jawab/tidak tahu sebesar 25%. Mayoritas publik Jawa Barat juga menilai bahwa perubahan di Jawa Barat semakin baik (50%) jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelum Ahmad Heryawan menjadi Gubernur Jawa Barat. Hanya 13% yang menjawab semakin buruk, sementara 37% sisanya menjawab tidak tahu/tidak jawab. Diluar itu semua, publik Jawa Barat tetap merasa bangga sebagai warga Jawa Barat (93%), dan juga merasa bahagia (86%).

Kepuasan publik Jawa Barat terhadap Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar masih lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tingkat Kepuasan publik Jawa Barat terhadap Joko Widod-Jusuf Kalla hanya sebesar 28%, lebih kecil dari mereka yang mengatakan tidak puas (45%) dan berada di kisaran yang sama dengan yang tidak jawab/tidak tahu (27%). Di sisi yang lain kepuasan dan ketidak puasan terhadap partai politik cukup berimbang di angka 39% untuk yang puas, 30% untuk tidak puas dan 31% untuk yang tidak jawab/tidak tahu.

Preferensi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Mendatang
Deddy Mizwar (94%), Dede Yusuf (89,7%), dan Desy Ratnasari (86,9%) menempati tiga teratas tingkat kepopuleran. Akan tetapi Top of Mind dari publik masyarakat terkait bakal kandidat Gubernur Jawa Barat mendatang yaitu (secara urutan) Ridwan Kamil, Dedy Mizwar, Dedi Mulyadi.

Berikut ini elektabilitas dari beberapa tokoh yang diprediksi dapat menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat periode mendatang:

Nama Tokoh %
(1) Uu Ruzhanul Ulum 1,4%
(2) Ridwan Kamil 33,1%
(3) Dedi Mulyadi 7.9%
(4) Dede Yusuf 8.1%
(5) Deddy Mizwar 16,4%
(6) Bima Arya Sugiarto 0,9%
(7) Golput 1,1 %
(8) Tidak Tahu / Tidak Jawab /
Belum Menentukan Pilihan 30,9%

Adapun jika disempitkan lagi menjadi hanya 3 bakal calon kandidat:

Nama Tokoh %
(1) Ridwan Kamil 35,1%
(2) Dedi Mulyadi 10.9%
(3) Deddy Mizwar 17,4%
(4) Golput 3,4 %
(5) Tidak Tahu / Tidak Jawab /
Belum Menentukan Pilihan 33,2%

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa setidaknya sampai saat ini terdapat tiga tokoh publik yang memiliki potensi yang baik untuk menjadi bakal calon kandidat Gubernur Jawa Barat periode mendatang, yaitu Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi. Mengingat masa pilkada Jawa Barat akan terentang pada tahun depan, maka ketiga tohoh publik tersebut masih memiliki kesempatan yang banyak untuk menggiatkan strategi dan aktivitas mereka sehingga publik Jawa Barat makin mengenal dan mendalami mereka. terlebih bahwa baru 10% dari publik Jawa Barat yang menyatakan sudah mantap memiliki pilihan tokoh untuk bakal calon Gubernur Jawa Barat mendatang.

Konsumsi Media
Meski cara kampanye favorit dari publik Jawa Barat masih menginginkan para calon kandidat pemimpin turun langsung ke basis daerah mereka (37,81%) dan lebih banyak penggunaan cara-cara konvensional (via berita di televisi 20,5%, iklan di televisi 12,06%, baligho/spanduk/poster 10,94%), dan social media 5,38%); namun secara mendasar, publik Jawa Barat ikut mengalami tren perubahan penggunaan media, khususnya yang berbasis internet dan social media.

Hal tersebut ditunjukkan dari makin membesarnya kepemilikan akun social media seperti Facebook (49,5%), Instagram (29,1%), dan twitter (22.6%), dan menjadi favoritnya penggunaan social media tersebut setelah televisi, serta mulai ditinggalkannya media cetak (koran, majalah) dan radio. Pergeseran tersebut juga dapat dilihat dari makin membesarnya rata-rata konsumsi social media dan situs internet per harinya (socmed:1 jam 52 menit, situs internet: 1 jam 38 menit) ketimbang rata-rata konsumsi media cetak/koran (45 menit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *